MELEPASKAN KEKESALAN HATI
Beberapa waktu lalu kakak menguhungi untuk menyampaikan kabar yang dia dengar dari orang lain, di mana saya telah melakukan sebuah pelanggaran. Saya sangat terkejut menerima kabar yang sebenarnya tidak pernah saya perbuat. Sebagai seorang manusia, rasa kesal dan kecewa itu muncul lantaran kakak lebih mempercayai orang lain dibandingkan dengan saudaranya sendiri. Kejadian itu akhirnya menyita kebahagiaan saya. Berulangkai saya mencoba menghindar ketika secara tidak sengaja bertemu dengan kakak. Di tempat kerja pun tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Hal inilah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk berbagi beban kepada orang tua. Ayah mendengarkan kisah saya dengan baik, sebelum akhirnya memberi masukan yang menenangkan, “Itu hanya asumsi mereka, abaikan saja. Kalian ini saudara, jangan hal-hal luar begitu mengganggu pertumbuhan rohani kalian.” Hati saya langsung luruh, seolah seperti disiram air es. Emosi saya surut. Saya tersenyum sendiri dan menyesal sudah memikirk...